Categories
Uncategorized

Cara Ternak Kelinci Lokal Yang Sangat Simple Dan Mudah

Kelinci pada awalnya adalah hewan liar yang cukup sulit untuk dijinakkan. Kelinci mulai diternakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan.

Jenis kelinci yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika.

Kelinci lokal yang ada, sebenarnya berasal dari dari Eropa dan telah bercampur dengan jenis lain, hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.

Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu, hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai cara ternak kelinci lokal:

Latar Belakang Ternak Kelinci

Mengutip Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Budidaya Kelinci yang diterbitkan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, guna mendukung penyediaan protein hewani, ternak kelinci merupakan salah satu alternatif penyedia daging.

Namun sampai saat ini, masih menemui banyak kendala, karena daging dari ternak ini belum populer dan belum diterima oleh sebagian masyarakat.

Jenis Kelinci Ternak

Ada jenis kelinci yang menghasilkan daging berkualitas, kulit yang sehat, hingga bulu yang halus. Di Indonesia, ternak atau budidaya kelinci sebagian besar masih berorientasi pada dagingnya. Berdasarkan panduan dari Kementerian Pertanian, Anda dapat membudidayakan atau beternak kelinci sesuai dengan peruntukannya, yaitu:

  1. Dagingnya: Flemish Giant dan New Zealand White
  2. Kulitnya: Rex dan Satin
  3. Bulunya: Angora

Di Indonesia banyak peternak membudidaya kelinci, kebanyakan peternak memilih ternak kelinci pedaging karena yang mudah untuk dilakukan dan mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Jenis Kelinci yang Dimanfaatkan Dagingnya

1. New Zealand White

cara ternak kelinci lokal

Kelinci New Zealand White memiliki ciri khas warna bulu putih albino dengan berat mencapai 5 kilogram. Jenis kelinci pedaging yang satu ini sangat cocok untuk bisnis budidaya ternak kelinci, karena perkembangbiakannya yang pesat, yaitu rata-rata sekitar 10 hingga 12 anak dalam satu kali melahirkan.

2. Flemish Giant

cara ternak kelinci lokal

Kelinci Flemish Giant memiliki ciri khas warna bulu yang beragam, bentuk tubuh yang panjang dan telinganya lebar. Berat kelinci pedaging jenis ini bisa mencapai 10 kilogram. Tetapi, jenis kelinci yang satu ini masuh sulit ditemukan di Indonesia, sehingga untuk memulai budidaya ternaknya Anda harus mengawinkannya dengan jenis kelinci lain terlebih dahulu.

1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan

Cara beternak kelinci yang pertama adalah dengan menyiapkan sarana dan segala perlengkapannya. Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak harus disesuaikan dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator.

Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan kandang anak lepas sapih.

Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) berukuran 50x30x45 cm. Jika kesusahan membuat kandang bisa menggunakan mesin.

Menurut bentuknya, kandang kelinci dibagi menjadi:

  1. Kandang sistem postal; tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
  2. Kandang sistem ranch; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
  3. Kandang battery; mirip sangkar berderet di mana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

2. Pembibitan

Cara beternak kelinci yang kedua adalah dengan melakukan pembibitan. Untuk syarat ternak, tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.

1. Pemilihan bibit dan calon induk

Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

2. Perawatan Bibit dan calon induk

Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

3. Sistem Pemuliabiakan

Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

  1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
  2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
  3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

4. Reproduksi dan Perkawinan

Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda, kesehatannya bisa terganggu dan dan mortalitas anak yang dihasilkan lebih tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

5. Proses Kelahiran

Setelah perkawinan, kelinci akan mengalami kehamilan selama 30-32 hari. Kehamilan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan. Bila terasa ada bola-bola kecil berarti kelinci telah hamil.

Lima hari menjelang kelahiran, induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci biasanya terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

Baca Juga : Tips Dan Cara Beternak Kelinci Lokal Yang Baik Dan Benar

3. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembap dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

2. Pengontrolan Penyakit

Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.

3. Perawatan Ternak

Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

4. Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, yang dijadikan kecil-kecil menggunakan mesin pencacah rumput, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.

5. Pemeliharaan Kandang

Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

Categories
Uncategorized

Cara Ternak Kelinci Bagi Pemula Dengan Sistem Umbaran

Panduan Dasar Cara Ternak Kelinci Umbaran

Sekarang ini pemasukan bisa datang dari mana saja, termasuk dengan beternak kelinci. Baik untuk kelinci pedaging atau kelinci hias, pembudidayaan kedua jenis kelinci tersebut belakangan cukup prospektif. Peternak menemukan cara ternak kelinci umbaran.

Hal ini terbukti dari banyaknya permintaan pasar pada peternak-peternak kelinci di daerah-daerah terutama untuk jenis ternak kelinci pedaging.

Cara ternak kelinci dengan budidaya skala kecil

cara ternak kelinci umbaranMeskipun dengan modal kecil, pecinta kelinci bisa memulai usaha beternak kelinci skala rumahan dengan modal kecil.

Yang paling penting harus dipahami tips budidaya kelinci mencakup langkah-langkah pembuatan dan penempatan kandang, pemilihan indukan, perawatan, pemberian pakan dan sebagainya. Berikut tips budidaya kelinci yag wajib diperhatikan.

Siapkan Kandang

Baik beternak kelinci skala besar maupun kecil, salah satu faktor terpenting adalah mempersiapkan kandang. Ukuran kandang sendiri bisa disesuaikan dengan jumlah kelinci yang akan diternakkan.

Begitu juga dengan jenis kandangnya bisa dipilih jenis kandang kelinci sistem terbuka atau tertutup. Besar kecilnya perlu mengacu pada luas ruangan yang tersedia.

Pakan Kelinci

Berikutnya yang dibutuhkan untuk ternak kelinci pedaging yaitu pengadaan pakan. Umumnya para peternak kelinci memberi pakan kelinci berupa kombinasi pakan pelet dan pakan sayuran.

Atau berupa rumput gajah yang sudah dicacah menggunakan mesin pencacah rumput.

Namun banyak juga yang hanya menggunakan pakan pelet karena jauh lebih praktis dan kandungan gizinya lebih sempurna.

Meski begitu para peternak harus cermat dalam hitung-hitungan bisnis mengingat harga pakan pelet cukup mahal. Intinya jenis pakan apapun bisa saja diberikan asalkan tetap menguntungkan.

Pemilihan bibit dan calon induk yang cocok

Pada dasarnya syarat dalam berternak kelinci itu tergantung dari tujuan pemeliharaan utama kelinci tersebut. Untuk tujuan pada jenis kelinci hias (berbulu panjang) seperti kelinci angora, rex, dan american chincilia adalah  jenis kelinci yang sangat cocok untuk di ternakan.

Membedakan kelinci jantan dan betina

Kelinci jantan – Mencari tau jeniskelamin jantan pada kelinci umumnya tidak begitu sulit, untuk kelinci jantan memiliki bentuk ciri di bagian bawah dekat ekor dan tepat di bagian atas anus ada semacam tabung yang tertutup bulu, itu merupakan (organ penis kelinci jantan).

Selain dari itu kelinci jantan yang berumur muda sekitar tiga minggu memiliki bentuk kepala seperti balok.

Kelinci betina – Untuk mencari tau kelinci betina , anda bisa perhatikan di bagian bawah ekor tepat di bagian atas anusnya.  Jika anda lihat terdapat gundukan dengan celah  maka  bisa  di pastikan kelinci tersebut berkelamin betina.

Pada ukuran dan bobot kelinci betina umumnya berbeda dengan kelinci pejantan. Kelinci betina memilki bobot dan ukuran yang lebih besar dari kelinci pejantan walaupun dari jenis spesies yang sama.

Cara mengawinkan kelinci

Yang perlu anda pehatikan dalam mengawinkan kelinci adalah jangan pernah mengawinkan kelinci yang belum siap kawin (berumur muda). Karena jika anda paksakan  maka akan berdampak kelinci tersebut akan rusak.

Biasanya jika seseorang memaksakan  kelinci pejantan untuk di kawinkan maka akan mengakibatkan kelinci pejantan mengalami perubahan bentuk menjadi kerdil, sehingga akan mengganggu pertumbuhan pada dirinya.

Dan pada kelinci betina pun akan mengalami gagal bunting jika di paksakan.

Kelinci hamil

Seekor kelinci yang sedang hamil biasanya akan mengalami peningkatan konsumsi makanan  pada dirinya.

Sekitar dua minggu sebelum induk kelinci melahirkan,  umumnya induk kelinci  akan mengkonsumsi makanan lebih banyak agar dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayinya.

Kelinci yang melahirkan

Jika anda sudah mengetahui kelinci kelinci betina anda sedang hamil, maka hal selanjutnya yang harus anda siapkan adalah mengetahui berbagai  hal tentang segala persiapan  anak kelinci yang baru lahir. Berikut indalah metodenya.

  • Pemeriksaan terhadap anak kelinci

Setalah dua hari induk kelinci melahirkan maka anda sebagai peternak harus melakukan pengecekan terhadap anak kelinci tersebut. Pastikan untuk mengatahui kondisi anak itu apakah sehat, cacat, atau mati.

Anak kelinci yang mati wajib untuk di ambil dan di kubur agar tidak membawa penyakit kepada kelinci yang masih sehat.

Dan untuk kelinci yang cacat juga pisahkan,karena  bisa saja cacat kelinci pada dirinya di akibatkan virus yang dapat mengancam kelinci kelinci lain yang sehat.

  • Menjaga keselamatan untuk anak kelinci

Agar anak kelinci anda terjamin keselamatannya maka perlu di perhatikan berbagai hal berikut ini.

  1. Siapkan kotak sarang yang sempurna untuk anak kelinci yang baru lahir. Ini bertujuan agar anak kelinci tersebut akan terlindungi dengan aman terhadap dingin, panas dan tiupan angin sekalipun.
  2. Pastikan anak kelinci harus telindung dari induk kelinci yang kanibal. Terkadang ada beberapa induk kelinci yang sering memakan anaknya, maka karena itu hal tersebut harus di perhatikan.

Bayi kelinci yang terlalu banyak 

Umumnya induk kelinci yang sedang produktif akan melahirkan anak kelinci sebesar 8 – 12 ekor. Nah lalu bagaimana dengan anak kelinci yang terlahir sebanyak 12 ekor.

Sementara jumlah puting pada induknya hanya ada 8. Oleh karena itu jika anda menginginkan anak kelinci yang memiliki pertumbuhan  maksimal dan bagus, maka sebaiknya bayi kelinci tersebut di titipkan ke induk kelinci lainnya.

Hal tersebut juga dapat di terapkan kepada induk kelinci yang tidak mau menyusui anaknya.

Semoga artikel tentang panduan dasar cara ternak kelinci sistem umbaran ini dapat berguna untuk kalian semua.

Categories
Uncategorized

Cara Ternak Kelinci Pedaging untuk Pemula Simple Dan Jelas

Ternak kelinci pedaging dapat menjadi sebuah peluang usaha bagi pemula yang ingin terjun di dunia bisnis. Selain modalnya yang sedikit, budidaya hewan mamalia ini juga dijamin menguntungkan!.

Ternak kelinci pedaging tergolong mudah karena itu peternak memilih ternak kelinci pedaging

Kelinci adalah hewan yang cukup mudah unntuk beradaptasi, mudah dijinakkan, dan dapat berkembang biak dengan cepat.

Ketiga faktor tersebut membuat banyak orang tertarik untuk memulai ternak kelinci, terutama untuk ternak kelinci pedaging.

Cara Ternak Kelinci Pedaging Untuk Pemula

1. Memilih Jenis Kelinci yang Tepat

Tidak semua jenis kelinci dapat kalian gunakan sebagai kelinci pedaging.

Ciri-ciri kelinci yang cocok kamu gunakan sebagai kelinci pedaging adalah kelinci yang memiliki badan yang besar dan mudah untuk dikembangbiakan.

Berikut adalah 2 jenis kelinci pedaging yang berpotensi untuk mendapatkan keuntungan yang besar:

1. New Zealand White

cara ternak kelinci pedaging

Kelinci jenis ini memiliki warna bulu putih albino dengan berat mencapai 5 kg.

Ketika dikembangbiakkan, kelinci jenis ini dapat melahirkan 10 hingga 12 anak setiap satu kali melahirkan.

2. Flemish Giant

cara ternak kelinci pedaging

Kelinci ini memiliki bulu berwarna yang beragam, tubuhnya sedikit panjang, dan telinganya yang  lebar.

Berat kelinci jenis ini bisa mencapai 10 kg, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai kelinci pedaging.

Namun, jenis kelinci ini masih sulit untuk ditemukan di Indonesia.

2. Memilih Indukan Kelinci Pedaging

Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah memilih indukan kelinci pedaging yang berkualitas.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap budibaya ternak kelinci kalian.

Ketika memilih indukan kelinci, kalian harus benar-benar memperhatikan bibit ternak yang akan kalian beli.

Pilih kelinci betina dengan bobot minimal 4 kg dan kelinci jantan dengan bobot minimal 3 kg.

Pastikan juga warna mata kelinci cerah, bulunya bersih, dan gerakannya lincah.

3. Menyiapkan Kandang untuk Budidaya Kelinci

Kelinci menyukai tempat yang jauh dari keramaian, pastikan kandang kelinci berada jauh dari wilayah perkotaan.

Kandang hewan mamalia ini dapat dibuat sendiri dari kayu atau bambu dengan panjang 200 cm dan lebar 70 cm untuk menampung 10 hingga 12 ekor kelinci.

Jangan sampai menyatukan kelinci jantan dan betina pada satu kandang untuk menghindari perkawinan dini pada kelinci.

Pada area kandang, kamu harus menyediakan pakan dan air putih untuk minum kelinci dan jangan lupa untuk membersihkan kandang minimal 2 kali dalam seminggu.

Bisa dengan membuat kandang sendiri. Jika kesusahan bisa dengan menggunakan mesin yang kualitasnya bagus.

4. Pakan Kelinci yang Tepat

Pakan kelinci yang diberikan pada kelinci pedaging memiliki perbedaan dengan pakan kelinci peliharaan.

Pakannya bisa berbentuk apasaja seperti rumput gajah yang dicacah menggunakan mesin pencacah rumput.

Ketika memberikan pakan, kalian harus menambahkan nutrisi seperti piterna dan hormonik pada makanan kelinci.

Berikan nutrisi ini secara rutin minimal 2 kali sehari agar kelinci cepat gemuk.

5. Cara Mengembangbiakan Kelinci Pedaging

 

Kelinci dapat dikawinkan ketika si betina berusia 6 bulan dan si jantan berusia 8 bulan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat mengancam kegagalan reproduksi.

Proses perkawinan dapat kalian lakukan saat pagi atau sore hari dengan memasukan si betina ke kandang si jantan.

Setelah melakukan satu kali perkawinan, keluarkan si betina untuk beristirahat selama 10-15 menit, lalu masukkan kembali si betina sampai si betina tidak mau didekati si jantan dan tidak ingin melakukannya lagi.

Baca Juga : Cara Ternak Kambing Modern 

6. Perawatan Anak Kelinci

Perawatan pada anak kelinci pedaging sedikit berbeda dengan perawatan anak kelinci peliharaan.

Cara merawat anak kelinci pedaging yang sudah lahir adalah memastikan kandang selalu bersih dan hangat sehingga anak kelinci bisa merasakan kenyamanan dalam kandang.

Beri makanan bergizi, seperti wortel dan sayuran yang telah dihancurkan, pada pangan anak kelinci.

Tambahkan sedikit nutrisi pada pakan kelinci agar anakan kelinci dapat tumbuh dengan cepat.

7. Proses Panen

Setelah anakan kelinci sudah berusia 3 sampai 4 bulan, kalian dapat memanen kelinci dan menjualnya.

Umumnya harga jual hewan yang satu ini adalah Rp80 ribu untuk satu anakan kelinci.

Cukup penjelasan tentang cara ternak kelinci pedaging semoga bermanfaat dan terima kasih

Categories
Uncategorized

Tips Dan Cara Beternak Kelinci Lokal Yang Baik Dan Benar

Kelinci lokal adalah jenis kelinci yang berasal asli dari Indonesia. Kelinci jenis ini sudah tersebar di berbagai macam penjuru, khususnya di daerah jawa, seperti di Jawa Barat.

Cara beternak kelinci lokal sama halnya dengan cara ternak kelinci pedaging. Untuk beternak kelinci lokal ini anda menjadi lebih mudah melakukannya.

Ternyata, kelinci lokal juga mempunyai berbagai macam kelebihan dari pada jenis kelinci pedaging lainnya. Untuk ternak kelinci lokal ini tidak memerlukan modal yang besar. Sebab harga indukan kelinci lokal juga lebih murah.

Kemudian, jenis kelinci ini juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi, dan kelebihan hewan ini tidak mudah terserang penyakit.

Cara Beternak Kelinci Lokal

Kelinci lokal adalah jenis kelinci yang perawatannya sangat mudah, jadi ternak kelinci lokal dapat dijadikan usaha sampingan. Sebab, cara ternak kelinci lokal dan perawatannya tidak mengeluarkan banyak tenaga.

cara beternak kelinci lokal

1. Persiapan Lokasi

Cara ternak kelinci lokal yang pertama harus diperhatikan mengenai lokasi yang dekat dengan sumber air, jauh dari sumber kebisingan yang membuat kelinci tidak nyaman. Selain itu, pastikan juga bisa aman dari predator, diantaranya seperti anjing dan kucing.

2. Persiapan Kandang

Kandang kelinci akan digunakan sebagai tempat tinggal dan tempat berkembang biak, sehingga, anda bisa membuat kandang dengan kenyamanan si kelinci.

Sedangkan  kandang yang akan digunakan untuk beternak kelinci pedaging umumnya dibedakan menjadi 3 sesuai dengan fungsinya yaitu; kandang jantan, kandang indukan dan juga kandang yang akan digunakan untuk pembesaran.

3. Pemilihan Bibit

Cara ternak yang selanjutnya yaitu kamu harus bisa memilih bibit yang berkualitas. Tujuannya agar kamu bisa memperoleh keturunan yang berkualitas juga.

Kamu bisa memilih bibit yang bibit tersebut asalnya dari keturunan induk yang postur badannya besar, sehat dan lincah.

Usahakan kamu memilih bibit yang memiliki kepala besar dengan lubang hidung yang sedikit lebar. Dan bagian matanya terlihat jernih dan bulunya halus serta terlihat mengkilap.

Baca Juga : Cara Pelihara Ayam Petelur Untuk Peternak Pemula

4. Proses perkawinan

Ketika dikawinkan idealnya pada usia 5-6 bulan untuk induk betina dan untuk pejantan yaitu sekitar 6-8 bulan.

Ciri khas kelinci betina yang telah siap untuk dikawinkan yaitu kelinci terlihat gelisah, sering mengosok-gosokkan kepalanya pada bagian kandang.

Kemudian bila lawan jenis mendekat, sang betina akan diam saja. Cara mengawinkannya, kamu bisa memasukkan kelinci betina pada kandang kelinci jantan.

Tunggulah hingga proses perkawinan sampai selesai. Ciri-cirinya ketika si betina tidak mau lagi didekati pejantannya. Jika ciri-cirinya sudah terlihat, maka si betina segera dikembalikan pada tempat asalnya.

5. Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada kelinci sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kelinci, khususnya untuk usaha ini. Jika di alam bebas kelinci hanya bisa mengonsumsi sayuran hijau, kalian bisa menambahkannya dengan nutrisi atau vitamin lainnya.

Kalian bisa memberikan makanan yang disukai kelinci semacam, limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Dan juga jenis rumput-rumputan dan daun-daunan dari tanaman kacang tanah, jagung dan pepaya. Bisa dengan secara langsung atau menghaluskan menggunakan mesin pencacah rumput.

Selain itu, kalian bisa menambahkan sedikit nutrisi seperti piterna dan hormonik ke dalam pelet atau makanan khusus kelinci lokal. Berikan secara rutin 2 kali sehari, di saat pagi maupun sore hari.

6. Masa Kehamilan

Saat proses perkawinan selesai, kelinci betina masa kehamilan umumnya sekitar 29-32 hari. Apabila kehamilan memasuki usia 27 hari, kelinci sebaiknya segera dipindahkan pada kandang tempat melahirkan, pindah ke kotak dengan ukuran 60x30x15 cm.

Selanjutnya, kelinci kan menyiapkan sarang untuk anak-anaknya. Anda bisa menyediakan kapas atau kain. Kelinci lokal biasanya melahirkan anak dalam jumlah 6-10 ekor pada saat sore/malam hari.

7. Perawatan Kelinci

Cara ternak kelinci lokal selanjutnya adalah perawatan kelinci. Merawat kelinci lokal bisa dilakukan dengan sangat mudah. Diantaranya mulai dari jenis pakan.

Kelinci lokal makanannya bisa berupa rerumputan hijau dan  sayur-sayuran. Bisa juga diberi makan nasi putih, atau tidak berikan pellet khusus kelinci.

Yang harus kamu perhatikan yaitu ketika pemberian pakan dan air minum saat kelinci betina hamil dan menyusui. Jangan sampai telat, sebab, kelinci membutuhkan makan yang banyak untuk dijadikan asupan makan bagi anaknya.

Categories
Uncategorized

Cara Ternak Kelinci Potong untuk Usaha yang Mudah dan Menguntungkan

kelinci potong bisa dijadikan usaha yang menguntungkan. Sama halnya ternak kelinci pedaging.

Seperti yang telah banyak diketahui, sekarang ini kelinci tidak hanya dijadikan hewan peliharaan saja, juga dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi.

Namun, daging kelinci yang biasanya kita makan bukan berasal dari kelinci hias.

Cara ternak kelinci potong untuk usaha cukup mudah dilakukan. Dengan pengelolaan yang baik, penyediaan kandang yang nyaman, pemberian makan yang tepat dan teratur, hingga perawatan yang baik akan membuat usaha kalian jadi menguntungkan. Cukup mudah untuk dilakukan bukan?.

Jenis Kelinci Budidaya

Sebelum mengenali cara ternak kelinci potong untuk usaha, kamu harus tahu  jenis-jenis kelinci yang biasa dibudidayakan. Hal ini berkaitan dengan potensi kelinci ternak yang berbeda-beda sesuai jenisnya. Ada yang menghasilkan daging berkualitas, kulit, hingga bulu.

Jenis Kelinci yang Dimanfaatkan Dagingnya

New Zealand White

cara ternak kelinci potong

Kelinci ini memiliki warna bulu putih albino dengan berat mencapai 5 kilogram. Jenis kelinci  yang satu ini sangat cocok untuk berbisnis budidaya ternak kelinci, karena perkembangbiakannya yang pesat, yaitu rata-rata sekitar 10 sampai 12 anak dalam satu kali melahirkan.

Flemish Giant

cara ternak kelinci potong

Ciri-ciri kelinci jenis ini adalah memiliki warna bulu beragam dan bentuk tubuh yang panjang serta telinga yang lebar. Beratnya bisa mencapai 10 kg. Namun jenis kelinci ini masih tergolong sulit ditemukan di Indonesia, sehingga untuk memulai budidaya ternak kelinci jenis ini, kalian bisa mengawinkannya dengan jenis kelinci yang lain terlebih dahulu.