Categories
Uncategorized

Cara Memelihara Ayam Bangkok

Cara Memelihara Ayam Bangkok, Memelihara ayam bangkok hampir sama dengan pelihara ayam petelur. Selain dijadikan bahan sabungan, juga bisa dijadikan sebagai ayam peliharaan. Kunci dari pemilihan jenis dan cara memelihara ayam Bangkok adalah dengan mengutamakan ketelatenan.

Tahapan Memelihara Ayam Bangkok

Cara Memelihara Ayam Bangkok

Tahapan dari cara memelihara ayam Bangkok ini bisa kamu terapkan untuk semua jenis ayam Bangkok yang kamu pilih.

Pemilihan Indukan Ayam Bangkok

Ayam yang sehat berasal dari indukan yang sehat pula. Karena itu, pilihlah indukan aktif, lincah dan sehat. Perhatikan pula, indukan ayam yang bebas dari cacing, tidak cacat maupun sakit. Hal ini penting agar kualitas bibit tetap terjaga dan kuat.

Pembuatan Kandang Ayam Bangkok

Saat membuat kandang, sebaiknya bangunlah dengan saluran air yang lancar. Agar, saluran air bebas dari jentik nyamuk. Selain itu, pastikan lokasi kandang ayam berjarak 5 meter dari kandang ayam lain atau rumah Anda dengan kontur tanah yang datar.

Jika rumah Anda memiliki pekarangan dengan pepohonan, buatlah pula lubang ventilasi sebagai sirkulasi udara dan cahaya. Arahkan kandang sejajar dengan arah angin, agar ayam terhindar dari penularan penyakit. Jangan lupa, usahakan lokasi kandang berada di tanah yang berumput.

Cara Memelihara Ayam Bangkok

Pagari dengan semen dan batu bata atau bambu agar ayam tidak lari kemana-mana.Agar tidak bingung, Anda bisa mengecek salah satu jenis kandang ayam seperti kandang umbaran satuan, kandang postal, dan kandang tidur.

Beri pakan Bibit Dan Suplemen Tambahan

Sesudah ayam betina bertelur, saatnya memberi pakan bibitnya. Ayam bibit diberi pakan pada usia 2 hari, 3 bulan, 6 bulan, dan 7 bulan ke atas. Misalnya untuk bibit ayam umur 2 hari, pakan hanya berupa air sebab bibit masih bergantung pada indukan.

Sementara untuk bibit di bawah 3 bulan, berilah pur atau pakan yang mengandung kalsium dan protein tinggi. Pur ini bertekstur lembut jika dicampur air. Namun hati-hati agar pur tidak terlalu lembap dan meracuni ayam.

Jika bibit hampir mencapai umur 1-4 bulan, tambahlah suplemen berupa campuran susu bubuk dan bayi dengan perbandingan 1:5. Manfaatnya adalah untuk membantu pembentukan tulang, bulu, otot, dan bagian tubuh lainnya.

Sedangkan bibit ayam umur 3-6 bulan, bibit membutuhkan kalsium, protein, lemak, dan karbohidrat untuk pertumbuhan daging dan otot. Berilah pur dengan tekstur agak kasar dan dicampur nasi.

Jika bibit sudah berumur di atas 6 bulan, maka bibit bisa diberikan pakan lebih keras. Misalnya dedak, jagung yang sudah digiling dengan mesin, gabah, beras merah atau konsentrat.

Cabut Bulu Bibit Ayam Bangkok

Meski bulu ayam akan membuat bibit tampak besar, namun sebenarnya bulu justru dapat menghabiskan porsi gizi dan asupan makanannya.

Karena itu, penting untuk mencabut sebagian bulu pada bibit ayam. Cabutlah bulu ketika bibit berusia 3 minggu pada bagian ekor dan sayap. Jika bibit berumur 2 bulan, cabutlah bulu yang rontok di bagian punggung dan leher.

Rawat Bibit Secara Intensif

Anakan atau bibit ayam perlu perawatan intensif. Misalnya saat bibit dilepas untuk bermain. Batasilah waktu 30 menit per hari agar bibit tidak terlalu banyak kehilangan energi. Sementara itu, jika bibit ayam berumur 6 bulan atau memiliki bulu rawis, sebaiknya peliharalah bibit di kandang.

Mandikan Ayam Bangkok

Agar penampilan ayam tetap sangar dan mantap, mandikan bibit secara teratur dan teliti. Karena jika asal memandikan, ini bisa mempengaruhi performa bertarungnya. Mandikan ayam sekitar pukul 8 pagi saat cuaca cerah. Gunakanlah air bersih mengalir.

Latih Fisik Ayam Bangkok

Selain dimandikan, fisik ayam juga wajib dilatih. Ayam akan mulai dilatih ketika berumur 6-7 bulan. Latihan fisik ini berupa mengadu ayam dengan ayam lokal atau sejenis dan senam pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *