Categories
Uncategorized

Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Tanah Bisa Menghemat Biaya

Ternak ikan nila memiliki adaptasi yang sangat baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, mudah cara budidaya ikan nila di kolam tanah, dan mudah berkembang biak serta lebih tahan terhadap serangan penyakit. Namun beberapa faktor penting tetap harus diperhatikan untuk menunjang keberhasilan usaha budidaya ikan nila.

Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya, dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan.

Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat.

Selain makanan pokok, bisa juga menggunakan mesin giling sekam menjadi bekatul  untuk pakan ternak yang bisa menjadi alternatif ternak anda. Untuk bisa diberikan ke ternak anda, sekam harus diubah menjadi bekatul. Penggilingan sekam menjadi bekatul ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling sekam.

Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Tanah Bisa Menghemat Biaya

cara budidaya ikan nila di kolam tanah

Tahapan Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Tanah

1. Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Nila Di Kolam Tanah

Tanah yang baik untuk kolam ikan nila adalah jenis tanah liat/lempung, padat tidak berporous. Jenis tanah ini tidak mudah bocor dan mampu menahan masa air yang besar. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3 – 5 % untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

Kualitas air untuk pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Untuk dikolam dan tambak angka kecerahan yang baik antara 20 – 35 cm.

Kondisi perairan tenang dan bersih, karena ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air arus deras. Nilai keasaman air (pH) tempat hidup ikan nila berkisar antara 6 – 8,5, sedangkan keasaman air (pH) yang optimal adalah 7-8. Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30 ºc. Kadar garam air yang disukai antara 0-35 per mil.

2. Pembuatan dan Persiapan Kolam Tanah Budidaya Ikan Nila

Budidaya ikan nila bisa dilakukan pada berbagai jenis kolam, yaitu kolam tanah, kolam terpal, keramba (jaring apung), kolam tembok/semen atau tambak air payau. Tahapan dalam pembuatan dan persiapan kolam tanah untuk budidaya ikan nila antara lain sebagai berikut ;

  • Pembuatan kolam,
  • Pengeringan kolam,
  • Perbaikan tanggul/pematang,
  • Pengolahan tanah dasar kolam,
  • Pembuatan saluran masuk dan keluar air,
  • Pengapuran,
  • Pemupukan dasar kolam, dan
  • Pengairan kolam.

3. Pemilihan Benih dan Ciri-ciri Benih Ikan Nila yang Baik untuk Dibudidayakan

Benih yang berkualitas baik adalah syarat penting untuk keberhasilan budidaya ikan nila. Ukuran benih saat ditebar setidaknya 10 – 20 gram per ekor. Benih ikan nila yang terlalu kecil sangat rentan terhadap serangan hama maupun penyaki.
Berikut ini ciri-ciri benih ikan nila yang baik untuk dibudidayakan ;

  • Bobot benih antara 10-20 gram per ekor,
  • Benih dalam kondisi sehat, tidak sakit atau membawa penyakit,
  • Benih tidak cacat, bentuk tubuh normal, organ tubuh lengkap,
  • Perilaku benih aktif dan lincah,
  • Sangat respon terhadap pakan.

4. Cara Penebaran Benih Ikan Nila Di Kolam Tanah

Ukuran benih ikan nila yang ideal dan siap ditebar pada kolam pembesaran adalah 10-20 gram per ekor. Benih ditebar apabila semua tahapan mulai dari pembuatan kolam hingga persiapan kolam sudah terselesaikan.

Benih ikan nila tidak boleh langsung dimasukkan ke kolam pembesaran, tetapi harus melalui tahap adaptasi terlebih dahulu. Wadah yang berisi benih ikan nila dimasukkan kedalam air kolam selama beberapa jam.

Biarkan benih ikan masuk kedalam kolam dengan sendirinya. Hal ini dilakukan untuk memperkecil resiko kematian benih karena benih ikan sudah terbiasa dan beradaptasi dengan air kolam.

5. Cara Pemeliharaan Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Setelah benih ditebar, pekerjaan selanjutnya adalah merawat dan memelihara ikan nila hingga ikan siap di panen. Pemeliharaan ikan nila meliputi 3 hal penting berikut ini ;

a. Pengelolaan air kolam

Faktor yang juga berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan nila adalah kualitas air kolam. Kualitas air kolam yang buruk dapat menghambat pertumbuhan ikan nila dan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Parameter kualitas air kolam adalah kadar oksigen, pH air, dan kadar CO2, NH3 dan H2S.

Cek secara berkala Jika air kolam berbau busuk, segera lakukan penggantian air. Bau busuk yang timbul disebabkan tingginya kadar NH3 dan H2S pada air kolam.

b. Pemberian pakan ikan nila yang tepat

Pakan alami ikan nila yang ada didalam air kolam antara lain fitoplankton, zooplankton, cacing, siput, jenitk nyamuk dan chironomus. Pakan tambahan ikan nila yang baik adalah pelet yang kandungan lemaknya tidak lebih dari 3% dengan kadar protein antara 30-40%.

c). Penanggulangan hama dan penyakit ikan nila

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan, ikan nila juga tahan terhadap penyakit. Terutama apabila budidaya dilakukan dalam skala besar dan intensif, resiko serangan hama dan penyakit harus diwaspadai.

Dengan Artikel cara budidaya ikan nila di kolam tanah untuk menghemat biaya dan tempat yang akan digunakan. Dan dengan ada nya benih yang baik dapat bertahan hidup di kolam tanah tersebut.