Cara Menanam Tanaman Cengkeh Agar Cepat Berbuah

Cengkeh adalah tanaman asli indonesia dan menjadi salah satu andalan rempah-rempah dunia. Cara menanam cengkeh agar cepat berbuah juga berpengaruh pada tingkat produksi buah.

Dari tanaman cengkeh ini akan menghasilkan bunga cengkeh yang menjadi komoditas utama dari pohon ini.

Pada saat panen, bunga cengkeh yang dipetik dari batangnya harus dipisahkan, dan untuk memisahkan antara bunga cengkeh dan batangnya, menggunakan mesin perontok cengkeh / mesin pemipil cengkeh. 

Budidaya cengkeh telah menjadi salah satu yang paling penting dalam perdagangan terutama di bidang rempah-rempah. Karena banyak kelompok petani yang mempraktekkan teknik budidaya cengkeh ini.

Di Indonesia tanaman cengkeh banyak ditemukan di berbagai daerah di Sulawesi, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Bahkan saat ini cengkeh tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Sehingga tidak heran jika banyak petani cengkeh yang mencari dan melakukan berbagai upaya pembudidayaan cengkeh agar cepat berbunga.

Cengkeh merupakan salah satu jenis tanaman rempah yang cocok di daerah yang beriklim panas dan curah hujan yang merata.

Kisaran suhu yang baik untuk budidaya cengkeh berkisar antara 22-30 derajat celcius dengan curah hujan antara 1500-4500 mm per tahun. Sedangkan di daerah panas, angin kencang tidak dianjurkan menanam cengkeh karena tidak cocok.

Cara Menanam Cengkeh Agar Cepat Berbuah

cara menanam cengkeh agar cepat berbuah

Persiapan Bibit

Cara pertama agar tanaman cengkeh cepat berbunga adalah dengan memilih bibit cengkeh yang unggul.

Bibit cengkeh bisa Anda dapatkan dengan cara membeli bibitnya, atau dengan menggunakan cengkeh yang Anda miliki. Untuk buah polong yang disukai adalah polong cengkeh yang berwarna ungu kehitaman tua.

Pastikan biji polong cengkeh yang Anda pilih memang buah polong yang matang di pohonnya. Jika sudah mendapatkan buah polong yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah menggunakan bijinya sebagai benih.

Cara mendapatkan biji cengkeh dari buahnya bisa Anda lakukan pada langkah-langkah berikut ini.

  1. Kupas kulit siung dengan hati-hati
  2. Pastikan benih tidak terluka atau terluka
  3. Buang biji di dalam buah polong
  4. Biji terlalu kecil atau bintik hitam
  5. Rendam benih terpilih di air selama satu hari
  6. Cuci biji cengkeh dengan air
  7. Ulangi pencucian dua hingga tiga kali hingga lendir pada biji tidak lagi menempel

 

Persiapan Media Tanam

Sebelum menanam, pemilihan media juga harus diperhatikan. Beberapa alat dan bahan yang perlu Anda persiapkan untuk menanam cengkeh adalah sebagai berikut.

  • Tanah gembur
  • Pupuk
  • Pot atau polybag yang berlubang di bagian bawah
  • Menipu
  • Air yang cukup

 

Pembibitan Benih Cengkeh

Tanaman sebaiknya disemai terlebih dahulu dengan menggunakan media tanam yang lebih kecil untuk merangsang pertumbuhan akar. Dengan demikian, pembibitan dapat dengan mudah dikontrol atau dimonitor untuk pertumbuhan tuna.

Langkah-langkah yang ingin dicapai untuk pembibitan adalah sebagai berikut.

  1. Campur tanah dan pupuk kandang. Rasionya 2: 1
  2. Masukkan campuran tanah ke dalam pot atau polybag yang telah disediakan
  3. Buat lubang di tengah
  4. Masukkan biji cengkeh ke dalam lubang
  5. Tutupi dengan tanah
  6. Padatkan tanah dengan lembut
  7. Siram dengan air secukupnya
  8. Tempatkan bibit di tempat yang strategis dan aman dari angin kencang
  9. Pastikan terkena sinar matahari sebanyak 25%
  10. Pantau pertumbuhan bibit cengkeh

 

Persiapan Lahan

Untuk tata cara menanam cengkeh hingga berbunga, jangan abaikan lahan budidaya yang baik. Penanaman sebaiknya dilakukan dua bulan sebelum proses pemindahan benih. Memang butuh waktu sedikit lebih lama untuk menunggu lahan siap tanam.

Inilah metode budidaya tanah yang bagus.

  1. Pilih lahan di area yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung
  2. Bersihkan areal penanaman cengkeh dari bebatuan, alang-alang atau gulma
  3. Longgarkan lahan pertanian
  4. Biarkan tanah yang gembur selama satu minggu untuk membantu mendisinfeksi tanah dari gas yang mengancam pertumbuhan tanaman
  5. Cangkul tanah sedalam 75 cm
  6. Pastikan lebar lubang tanam sekitar 50 cm
  7. Masukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam
  8. Diamkan selama satu bulan agar pupuk meresap ke dalam tanah

 

Pemindahan Benih

Yang dibutuhkan dalam pemindahan bibit cengkeh adalah bibit tanaman cengkeh itu sendiri dan lahan permanen yang akan dijadikan lahan tanam cengkeh. Bibit cengkeh yang dapat dipindahtangankan secara permanen adalah bibit tanaman yang berumur 2 tahun.

Pemindahan bibit dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Pastikan bibit yang akan ditanam adalah bibit dengan kondisi batang lurus.
  2. Sobek polybag
  3. Ambil biji cengkeh sampai ke akarnya
  4. Semprot dengan air untuk menghilangkan tanah yang lengket
  5. Tanam benih ke dalam lubang yang sudah disiapkan
  6. Tutupi dengan tanah
  7. Tekan dengan lembut
  8. Ikat tanaman dengan kayu
  9. Posisikan tongkat pada suatu sudut
  10. Taburkan pupuk kandang di sekitar tanaman
  11. Isi ulang dengan tanah
  12. Taburkan kapur pertanian di sekitar tanaman untuk meningkatkan pH tanah

 

Perawatan Tanaman

Cara Menanam Cengkeh agar Cepat Berbuah terakir yaitu perawatan. Pertumbuhan tanaman cengkeh yang telah ditanam di lahan permanen harus dipertahankan mengingat banyaknya hama yang dapat menyerang tanaman cengkeh.

Hal ini dapat menyebabkan tanaman rusak hingga mati. Pemeliharaan terutama pada tahun-tahun awal pengobatan terutama dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar kuat, besar dan cepat berbunga.

Perawatan atau pemeliharaan tanaman cengkeh dapat Anda lakukan dengan cara-cara berikut ini.

  • Penyiraman

Tanaman cengkeh yang masih muda akan begitu saja jika tidak mendapat suplai air yang cukup. Oleh karena itu, tanah harus dijaga dalam kondisi lembab. Apalagi saat musim kemarau, penyiraman ekstra harus dilakukan.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan, mempercepat pertumbuhan pohon dan memberikan hasil bunga cengkeh yang melimpah. Beri pupuk setiap 6 bulan sekali.

Pupuk yang diberikan dapat berupa kompos organik, pupuk kandang maupun anorganik. Caranya dengan mencari tanah di sekitar areal tanaman cengkeh dan memupuk tanah, lalu menutup kembali tanah tersebut. Pemupukan dilakukan secara berkala guna menghasilkan data produksi.

  • Waspadai Hama dan Penyakit Tanaman

Cengkeh merupakan tumbuhan yang sangat peka terhadap pengaruh hama. Hama yang biasanya merusak tanaman ini adalah kerusakan akar, kerusakan pucuk, penggerek, kerusakan daun, dan penyakit yang sering menyerang adalah fenfer, bakteri dari kayu cengkeh, cacat daun cengkeh dan embun jelaga.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian dan penyakit dengan menggunakan fungisida / insektisida.

  • Penyulaman

Penyulaman berarti mengganti tanaman pohon cengkeh yang mati dengan bibit unggul baru. Untuk penyulaman, bibit yang dibutuhkan untuk menggantikan tanaman mati adalah bibit yang umurnya sama dengan tanaman yang masih hidup di darat, agar bisa tumbuh seragam.

Masa peremajaan dilakukan pada musim penghujan agar bibit baru mendapat suplai air yang banyak.

  • Pemutihan & Penyiangan

Sebaiknya pengolahan dilakukan setiap 6 bulan sekali di areal sekitar pabrik. Serta melakukan penyiangan pada saat bersamaan. Yaitu dengan membersihkan gulma atau gulma yang dapat memberikan nutrisi tanah yang dibutuhkan oleh cengkeh.

 

Proses Panen

Tanaman cengkeh merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh subur 8 hingga 12 meter. Tanaman rempah ini dapat hidup sepanjang tahun dan memiliki daun berwarna hijau tebal (agak kekuningan) sepanjang tahun, baik saat musim hujan maupun kemarau.

Penantian panen cengkeh harus dijunjung dengan kesabaran. Bagaimana bisa? Untuk bisa memanen cengkeh, penggiat tanaman harus menunggu hingga lima tahun.

Bagi Anda para calon penggiat budidaya tanaman cengkeh tidak perlu khawatir setelah adanya peringatan peringatan dini karena kuantitas yang dihasilkan sangat tinggi pada saat panen raya. Selain itu, proses pemanenan juga bisa dilakukan berkali-kali pada pohon yang sama.

Diketahui bahwa satu pohon dapat menghasilkan 3 sampai 5 kg cengkeh. Satu pohon cengkeh bisa dipanen 3 sampai 6 kali. Waktu panen 5 sampai 7 hari.

Pemetikan atau pemanenan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Jika pemetikan dilakukan lebih awal atau terlambat, responnya adalah cengkehnya kurang berkualitas.

Proses memanen cengkeh biasanya dilakukan dengan cara memetik bunganya. Jangan sampai bunganya mekar karena biasanya yang dibutuhkan adalah kuncup bunga.

Petik saja bunganya tanpa menyertakan ranting dan daunnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan pucuk tanaman cengkeh. Usai memetik bunga, letakkan bunga di keranjang atau wadah yang sudah disiapkan.

Leave a Comment